UAS Filsafat Umum

                     FILSAFAT UMUM

Oleh: Nadiyatuz Zahroul Khusna

NIM: 186020523207

Aliran-aliran Filsafat Barat Modern (Epistemologi Barat)

Rasionalisme (akal): Rasionalisme adalah suatu paham filsafat yang menekankan pentingnya akal atau rasio dalam memperoleh pengetahuan. Rasionalisme juga memiliki hubungan erat dengan ilmu pengetahuan, di mana keduanya saling melengkapi dan berkembang bersama-sama, dengan filsafat sebagai induknya dan ilmu pengetahuan sebagai anaknya.

Empirisisme (emperan: pengalaman, & isme: faham atau aliran) : 
Aliran filsafat modern yang menyatakan bahwa pengetahuan manu Bu
sia didapatkan melalui pengalaman (inderawi maupun rohani).

Kritisisme (critic: kritik, Isme: Aliran / faham,) Immanuel Khan (filsuf Jerman)
- Secara bahasa : Aliran filsafat yang mengkritik.
- Aliran Filsafat Barat Modern yang mengkritik aliran rasionalisme dan empirisme dan berusaha mensintesakan antara keduanya.
- Harus digabungkan antara akal dan pengalaman.

Positivisme ( Positive + Isme )
- Positive : Nyata, Berdasarkan fakta
Positive : Suatu peristiwa yang benar benar terjadi, yang dapat dialami sebagai realitas
Isme : Faham / Aliran
- Positivisme: Aliran Filsafat modern yang menyatakan bahwa sebuah pengetahuan dianggap benar mana kala bersifat logis, empiris, dapat dibuktikan melalui observasi dan hasilnya terukur.
- Intinya : positivisme menolak sesuatu yang bersifat abstrak (metafisik) atau diluar fakta, yang tidak bisa dibuktikan melalui serangkaian kerja ilmiah.

Eksistensialisme ( Eks : Keluar, sistere/sistensi: berdiri )
- Eksistensialisme berarti aliran filsafat barat modern yang memandang manusia sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada di sekelilingnya,serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaranya.

Pragmatisme ( Pragma - practice : praktek dan Isme :  Aliran /faham)
- Secara konseptual pragmatisme: aliran filsafat yang lebih menekankan praktik.
- Pragmatisme ialah aliran filsafat modern yang menyatakan bahwa sesuatu dianggap benar manakala dapat dipraktikkan dan dapat memberikan manfaat.



-Dari beberapa penjelasan singkat mengenai aliran filsafat modern, pendekatan epistemologi Barat memang cenderung fokus pada pemahaman yang bersifat logis dan empiris saja. Hal ini berasal dari tradisi filsafat yang disandarkan pada warisan pemikiran Yunani klasik, dimana rasionalitas dan pengamatan empiris dianggap sebagai landasan utama pengetahuan.
Lalu bagaimana dengan hal-hal yang bersifat metafisik dan diluar nalar serta tidak dapat dipecahkan dengan Epistemologi Barat?

Epistemologi Barat tradisional cenderung menekankan pada hal-hal yang logis dan empiris, sesuai dengan pendekatan yang diambil oleh filsafat modern(empirisme& rasionalisme). Namun, ada juga cabang-cabang filsafat Barat yang mencoba menjelajahi hal hal metafisik, seperti filsafat eksistensialisme, bahkan metafisika klasik. Meski demikian, secara umum, Hal hal ini seringkali dianggap kurang memadai untuk menangani aspek-aspek yang sifatnya di luar nalar.
Maka jawabanya adalah dengan dengan pendekatan spiritual dan keagamaan yang sering kali menawarkann sudut pandang berbeda dalam memahami suatu realitas yang melampaui batas atau empiris. Dalam ajaran Islam, epistemologi yang digunakan untuk mengkaji hal yang fisik maupun metafisik lebih menyeluruh dan tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Contohnya adalah:
1). Tasawuf (Sufisme)
Tasawuf (sufisme) adalah jalan spiritual dalam Islam yang mencari pemahaman yang lebih dalam tentang realitas Ilahi. Para sufi sering menggabungkan praktik spiritual dengan refleksi filosofis dan ilmiah untuk memahami hakikat realitas fisik dan metafisik. Ibn Arabi, seorang sufi terkenal, menggunakan konsep metafisik yang dalam untuk menjelaskan keberadaan dan penciptaan.
2). Kedokteran Islam Klasik
Kedokteran Islam KlasikPada masa keemasan Islam, para ilmuwan Muslim seperti Ibn Sina (Avicenna) dan Al-Razi (Rhazes) tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Mereka memandang kesehatan fisik dan spiritual sebagai dua aspek yang saling berkaitan. Karya-karya mereka dalam bidang kedokteran menggabungkan pengetahuan empiris dengan pandangan spiritual, melihat tubuh manusia sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga kesehatannya.
3).Teori asal-usul alam semesta ini.
Para ilmuwan Barat sudah banyak yang mengkaji hingga menghasilkan teori alam semesta yang sangat banyak. Seperti halnya teori bigbang, meski teori ini dapat banyak dukungan dari para ahli namun tak sedikit juga para ilmuwan yang kontra pada teori tersebut. Dari banyak teori yang sudah dicetuskan oleh para ilmuwan disertai perdebatan yang tiada ujungnya maka Al-Qur’an menyajikan sudut pandang yang berbeda, dalam Qur'an surah al-anbiya’ ayat 30 .

Pendekatan-pendekatan ini menunjukkan bahwa dalam Islam, ilmu pengetahuan dan agama tidak dipandang sebagai dua hal yang terpisah, melainkan sebagai bagian dari satu kesatuan yang saling melengkapi untuk memahami dan mengelola dunia yang diciptakan oleh Allah.


Banyak pelajaran yang sudah saya dapatkan dari mengkaji filsafat Barat modern beberapa hikmahnya adalah
 
1). Kritis terhadap Pengetahuan seperti yang telah ditekankan oleh Rene Descartes,  dimana ia menekankan pentingnya meragukan segala sesuatu untuk menemukan kebenaran yang pasti. Sikap kritis terhadap suatu hal itu, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yakni dengan mencoba selalu bertanya dan mengevaluasi informasi sebelum menerimanya informasi atau pengetahuan itu sebagai kebenaran.

2). Kedua yaitu tentang Moralitas dan Etika dimana Immanuel Kant sebagai pelopor filsafat kritisisme, yakni beliau adalah seorang tokoh filsuf yang berasal dari jerman mengatakan bahwa Tindakan moral harus dapat dijadikan sebagai hukum universal. Dalam berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita, maka kita menggunakan prinsip ini, untuk mempertimbangkan dampak dari tingkah laku /moral kita terhadap orang lain.
Dalam hal ini, Immanuel pernah mengatakan bahwa: " Tidak ada sesuatu yang baik, tanpa adanya kehendak yang baik." Untuk itu kita harus melakukan kehendak yang baik, yakni tindakan yang sesuai dengan moralitas bukan hanya kehendak baik yang bersifat legalitas, dimana melakukan sesuatu yang baik hanya karena adanya aturan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS Filsafat Umum

Perjalanan Penuh Tujuan